Sabtu, 24 Maret 2012

Sekilas Tentang Perilaku Konsumen

“Buku Ganesha Operation”
Teori Perilaku Konsumen
Tujuan yang ingin dicapai oleh konsumen adalah kepuasan maksimum. Perilaku konsumen timbul akibat adanya kendala keterbatasan pendapatan di satu sisi, dan adanya keinginan untuk mengkonsumsi barang dan jasa sebanyak-banyaknya agar diperoleh kepuasan yang maksimal di sisi lainnya.
Hukum pertambahan manfaat yang semakin menurun (The Law Of Diminishing Marginal  Utility):
• Pada awalnya penambahan konsumsi suatu barang akan member tambahan utilitas yang besar, tetapi makin lama pertambahan itu bukan saja makin menurun, bahkan menjadi negatif
• Hukum Gossen I: Nilai guna suatu barang atau jasa jka dikonsumsikan secara terus menerus mula-mula meningkat, dan secara perlahan-lahan akan menurun dan akhirnya akan terjadi kejenuhan (kepuasan vertikal = dengan 1 jenis barang)
• Hukum Gossen II: konsumen akan memuaskan kebutuhannya dalam intensitas yang sama, (kepuasan horizontal = dengan berbagai jenis barang)
Konferensi Preferensi (transitivity): Berkaitan dengan kemampuan konsumen menyusun prioritas pilihan agar dapat mengambil keputusan. Minimal ada dua sikap yang berkaitan dengan preferensi konsumen, yaitu lebih suka (prefer) dan atau sama-sama disukai (indifference)
a. Teori Kardinal
Tokoh: Gossen, Yeavon, dan Leon Walras.
Teori ini menyatakan bahwa kegunaan dapat dihitung secara nominal. Satuan ukuran kegunaan (utility) adalah util. keputusan untuk mengkonsumsi suatu barang berdasarkan perbandingan antaramanfaat yang diperoleh dengan biaya yang harus dikeluarkan. Seseorang akan berhenti mengkonsumsi pada saat harga (P) sama dengan nilai utilitas marginal (MU).

Konsumen akan mencapai kepuasan maksimum pada saat: MU =Px, dimana; MUx = tambahan kegunaan X, Px = harga X
Asumsi Teori Kardinal:
1. Kepuasan bisa diukur
2. Konsumen rasional
3. Diminishing marginal utility
4. Pendapatan konsumen tetap
5. Constant marginal utility of money
6. Total utility adalah additive dan independent
b. Teori Ordinal
Menurut teori ordinal, kegunaan tidak dapat dihitung, hanya dapat dibandingkan.
Asumsi pendekatan ordinal:
1. Konsumen rasional
2. Konsumen mempunyai pola preferensi terhadap barang yang disusun berdasarkan urutan besar kecilnya daya guna
3. Konsumen mempunyai sejumlah uang tertentu
4. Konsumen selalu berusaha mencapai kepuasan maksimum
5. Konsumen konsisten
6. Berlaku hokum transitif
Dasar pemikiran dari pendekatan ini adalah semakin banyak barang yang dikonsumsi semakin memberikan kepuasan terhadap konsumen.
Kurva Indifferensi adalah kurva yang menunjukkan berbagai kombinasi konsumsi 2 macam barang yang memberikan tingkat kepuasan yang sama bagi seorang konsumen.
Asumsi-asumsi kurva indifferensi:
1. Turun dari kiri atas ke kanan bawah
2. Cembung ke arah titik origin
3. Tidak saling berpotongan
4. kurva IC yang ebih tinggi lebih disukai oleh konsumen rasional daripada kurva yang lebih rendah. Semakin jauh kurva indifferensi dari titik origin, semakin tinggi tingkat kepuasannya.
c. Kurva Garis Anggaran (Budget Line Curve)
Garis anggaran (budget line) adalah kurva yang menunjukkan kombinasi konsumsi 2 macam barang yang membutuhkan biaya (anggaran) yang sama besar.

Kemiringan (slope) kurva BL adalah negatif, yang merupakan rasio PX dan Py. Perubahan harga dan pendapatan dapat memengaruhi daya beli.
d. Keseimbangan konsumen
Kondisi keseimbangan adalah kondisi dimana konsumen telah mengalokasikan seluruh pendapatannya untuk dikonsumsi. Keseimbangan konsumen tercapai pada saat kurva garis anggaran (menggambarkan tingkat kemampuan) bersinggungan dengan kurva indifferensi (menggambarkan tingkat kepuasan). Persinggungan antara Budget Line dan Indifference Curve ini akan menggambarkan kombinasi barang yang diinginkan konsumen, berarti dicapai kepuasan maksimum.

By: moh.angsCorp


0 komentar:

Posting Komentar