University of Brawijaya, Malang, East Java, Indonesia

World Class Entrepreneurial University

Faculty of Economics and Business, University of Brawijaya, Malang

ABEST21 Accredited School, FEB UB First in Indonesia

Moh. Agung Setiawan

Faculty of Economics and Business Students, Department of Management

Cafesista's Team

Finalist PIMNAS XXV Sector Entrepreneurship, University of Muhammadiyah Yogyakarta, 2012

Welcome Bloggers!

Assalamu'alaikum. Salam sejahtera. Hai bloggers! Salam hormat saya, Moh. Agung Setiawan. Blog ini adalah salah satu wujud karya pemuda sebagai wadah penyampaian ide dan gagasan untuk ikut berkontribusi dalam mewujudkan kemajuan negara dan bangsa

Semoga blog ini dapat menjadi manfaat dan berkah bagi semua pihak. Atas nama pribadi, saya mengucapkan mohon maaf apabila konten di dalam blog ini terdapat sesuatu yang kurang berkenan di hati pengunjung sekalian. Salam sejahtera, Wassalamu'alaikum.

Moh. Agung Setiawan
Tampilkan postingan dengan label pribadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pribadi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Agustus 2016

Jokowi dan Sri Mulyani, Visioner featuring Realistis

Jokowi dan Sri Mulyani, Visioner featuring Realistis. Beberapa minggu yang lalu, srikandi bumi pertiwi yang sangat popular di dunia ekonomi dan keuangan kembali disambut dengan hangat oleh jutaan masyarakat Indonesia. Beliau adalah Bu Sri Mulyani, seorang tokoh besar yang pernah menjabat Managing Director of World Bank. Ya, bukan posisi yang sembarangan apalagi dengan kaliber internasional. Sambutan itu muncul ketika seiring dengan datangnya informasi yang bisa dibilang sangat mengejutkan karena beliau diangkat kembali dan bersedia menjadi Menteri Keuangan Republik Indonesia. Tidak perlu lama isu tersebut beredar dan resmi setelah benar-benar diumumkan, pasar keuangan kita khususnya pasar saham mencuat berada pada posisi terbaiknya, sangking optimisnya para investor di pasar saham. Tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran Bu Sri Mulyani pada jajaran menteri Reshuflle jilid II ini mampu menjadi cover indah dari beberapa nama menteri lainnya yang mungkin sebagian besar masyarakat masih ragu dengan kredibelnya.


Sebelum cerita panjang lebar tentang Bu Sri Mulyani, mari coba kita flashback bersama menuju momen di tahun 2014 yaitu pemilu presiden. Presiden terpilih Bapak Joko Widodo yang saat itu masih menjadi capres bersaing dengan Bapak Prabowo Subianto memberikan kampanye-kampanye untuk menjual dirinya ke publik supaya terpilih menduduki kursi nomor 1 di republik ini. Tidak banyak berbeda dengan kampanye-kampanye pada umumnya, beliau juga menonjolkan banyak program dan produk unggulan khasnya yang selalu beliau klaim berhasil di daerah Solo dan Jakarta *tempat dimana sebelumnya beliau pernah menjabat sebagai walikota dan gubernur.


Di dalam kampanye Pak Jokowi saat itu, harus saya akui pasangan Jokowi-JK terlihat memiliki program-program yang luar biasa secara konsep dan tampak mengesankan. Banyak yang kemudian menjadi popular saat itu, antara lain adalah paket kartu sakti (KIP, KIS, dan KKS). Belum lagi tagline “Revolusi Mental” yang menjadi begitu dewa seolah-olah mental rakyat Indonesia ini butuh reformasi besar-besaran ke arah yang lebih baik. Konsep tersebut  juga dilengkapi dengan program-program prioritas yang akan dikerjakan apabila beliau terpilih menjadi Presiden RI, yang kemudian program tersebut dilempar ke publik dengan brand yang manis, yaitu Nawa Cita.

Kembali ke bahasan sesuai judul, saya sengaja menggunakan istilah featuring walaupun secara kasat mata dan nalar dua kata yang saya sambungkan itu cukup kontradiksi. Namun, sebenarnya kalau kita mencoba untuk memahami lebih detail dua kata tersebut, saya memberi makna yang terkandung di dalamnya dengan istilah TARGET. Seorang pemimpin yang visioner dan punya ambisi terhadap sesuatu diharapkan menancapkan suatu target yang dapat dicapai dan bukan sekedar angan-angan belaka yang seolah-olah nyaris tak mungkin dicapai. Sama halnya dengan realistis, suatu sikap yang bermuara pada pemikiran “nyata dan wajar” ini juga berbicara tentang target yang jelas-jelas mampu dapat diraih dengan upaya yang keras. Itulah kenapa kemudian kita harus dewasa untuk mampu membedakan target dan angan-angan. Bukan berarti angan-angan menjadi suatu hal yang tidak mungkin, tetapi karena berbicara pada ranah eksekutif untuk pengambilan kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak, suatu batasan tertentu yang mampu diraih menjadi suatu hal yang sangat penting.

Saya selalu kagum dengan sikap Pak Jokowi yang visioner dan punya ambisi untuk menjadikan Indonesia negara yang lebih baik, terlebih pada persoalan infrastruktur. Tidak jarang kita semua sering mendapati Pak Jokowi selalu berusaha keras berbicara kepada publik bahwa pembangunan infrastruktur harus menjadi hal penting yang harus segera dibenahi oleh negeri ini. Beliau memiliki cita-cita untuk membangun jalur trans, tol laut, kereta cepat, pembangkit listrik 35.000 megawatt, pelabuhan, bandara, dll. Belum lagi dengan dilanjutkannya beberapa proyek yang belum selesai dari era pemimpin sebelumnya. Banyak orang-orang yang penasaran dan saya sendiri cukup tercengang bagaimana mungkin Pak Jokowi bisa berangan-angan demikian hebat dengan sangat terbatasnya sumber penerimaan negara. Saya masih ingat betul salah satu kalimat yang beliau lontarkan pada saat debat capres-cawapres, beliau mencoba menjawab keraguan-keraguan tentang ketersediaan uang negara dengan nada yakin dan bahasa tubuh khasnya, “Uangnya ada, yang penting kerja, kerja, kerja. Uangnya itu sudah tersedia, yang penting bagaimana kita itu mau kerja, kerja, dan kerja…”

Oke, sekarang saatnya mari kita bahas kondisi bumi pertiwi pada saat ini, saat sekarang ini, saat dimana saya menulis artikel ini. Pemerintahan Jokowi-JK hampir tepat 2 tahun  memimpin negeri ini. Banyak rakyat Indonesia yang menyatakan puas terhadap kepemimpinan beliau, tapi tidak sedikit pula yang kecewa. Banyak sekali kebijakan-kebijakan yang sudah diterbitkan dan kemudian menjadi pro-kontra hingga sampai detik ini seolah-olah masyarakat sudah terbiasa. Kebijakan-kebijakan yang beliau lakukan itu salah satunya tidak lain dan tidak bukan jelas untuk mengelola kondisi fiskal yang terlontarkan di dalam APBN RI. Mulai dari R-APBN (Rancangan), APBN yang ditetapkan, R-APBNP (Rancangan untuk akan dilakukannya perubahan), APBNP yang ditetapkan (perubahan yang disepakati), hingga hasil akhir tahun kondisi APBN yang ada, dapat kita lihat bahwa posisinya defisit, artinya pengeluaran selalu lebih besar dibandingkan dengan penerimaan. Kondisi ini selalu terjadi pada pemerintahan sebelum-sebelumnya juga. Lantas apa yang bisa dilakukan oleh negeri ini ketika terjadi hal demikian? Salah satu jawabannya adalah dengan UTANG.

Selain utang, sebenarnya masih banyak kebijakan lain yang dapat dilakukan untuk mengelola APBN agar cita-cita Pak Jokowi dapat dicapai. Seperti yang telah kita ketahui bersama, tidak akan pernah lupa dalam benak kita dimana harga bensin pertama kali dalam sejarah bumi pertiwi dilepaskan ke mekanisme pasar. Kebijakan ini untuk mencabut subsidi BBM yang dianggap sangat membebani APBN, sehingga kemudian harga bensin diotak-atik untuk klaim mempersehat APBN. Pasang surut harga bensin menjadi sorotan penting saat itu, sehingga membuat harga bahan pokok ikut labil hingga bosan dan saat ini sudah nyangkut pada harga yang stabil dan enggan untuk balik lagi, stabil yang saya maksud adalah stabil pada posisi harga yang tinggi alias mahal. Parameter saya tidak perlu jauh-jauh ke angka statistika yang menunjukkan inflasi seolah-olah pada posisi fundamental. Simpel saja, harga nasi goreng yang dulu Rp 7.000-an sekarang sudah nyaman di posisi Rp 8.000 – Rp 9.000, dan masih banyak lagi. Harga premium yang dulu ada pada kisaran Rp 4.500 menjadi sekitar Rp 6.500-an. Harga tersebut adalah hasil kebijakan mekanisme pasar tersebut, dan perlu kita ingat bahwa harga minyak dunia per barel saat ini berada pada titik-titik terendah sekitar USD 40-an per barel. Padahal pada beberapa tahun lalu saat era presiden sebelumnya harga minyak dunia pernah menduduki posisi hingga USD 140 per barel. Kita semua tentu tidak ingin posisi tertinggi harga minyak dunia kembali terjadi saat ini, karena kebijakan harga BBM kita sudah terlanjur mengikuti mekanisme pasar, sehingga apabila harga minyak dunia kembali menjadi ekstrim, maka bukan tidak mungkin harga premium bisa saja mencapai Rp 20.000-an per liter.

Kebijakan-kebijakan lain yang terdampak dari cita-cita Pak Jokowi adalah pengurangan subsidi listrik, kemudian juga ada pengurangan anggaran pendidikan, seperti beasiswa bidik misi. Belum lagi pencabutan sertifikasi guru juga menjadi bukti bahwa negeri ini butuh sekali penerimaan ekstra untuk infrastruktur. Kebijakan terakhir yang coba diupayakan untuk mendapat tambahan penerimaan tersebut adalah tax amnesty yang santer sedang diperbincangkan hingga detik ini. Semua upaya-upaya ini dilakukan untuk alokasi yang dapat dibilang sebenarnya baik, yaitu peningkatan infrastruktur. Namun, saya teringat dengan apa yang kemudian menjadi salah satu kritik dan saran dari presiden sebelumnya Bapak Susilo Bambang Yudhoyono tentang hal ini. Masih ingat betul dalam benak saya bahwa beliau menyatakan tentang perbaikan infrastruktur adalah suatu hal yang sangat positif, namun bukan berarti rakyat menjadi korbannya. Hal ini saya maknai dengan jangka panjang yang positif sebaiknya diikuti dengan pertimbangan dan capaian jangka pendek yang positif pula. Bukan berarti kemudian cita-cita yang mulia ini kemudian menyengsarakan rakyat. Pernyataan beliau ini memang terkesan konservatif dan selalu berhati-hati dengan pertimbangan beliau yang mungkin sudah masak dibalik pengalamannya 10 tahun memimpin negeri ini. Jauh berbeda dengan Pak Jokowi yang terkesan pemberani dan cenderung nekat berjiwa risk taker. Mungkin sikap mental berani Pak Jokowi ini muncul karena background beliau yang dulunya adalah entrepreneur mebel.

Beberapa minggu lalu Bu Sri Mulyani hadir dan mengubah segalanya. Banyak sekali kebijakan beliau yang seakan mengacak-acak apa yang sudah direncanakan sebelumnya, khususnya pada tahun 2016. Di hari pertama beliau menjabat sebagai Menteri Keuangan RI, kalimat yang muncul ketika ditanyai oleh banyak wartawan terkait langkah awal apa yang akan diambil ketika memulai jabatan menteri ini. Beliau menjawab bahwa akan mempelajari struktur APBN karena sudah lama tinggal di Amerika. Hasil analisa Bu Sri Mulyani hingga beberapa hari terakhir ini menunjukkan bahwa seolah-olah ada yang salah dalam struktur APBN negeri ini. Bahkan, beberapa saat yang lalu beliau mengatakan bahwa target penerimaan APBN tahun 2016 kita cukup ambisius, belum lagi ditambah target dari kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty). Bu Sri Mulyani mengatakan bahwa target pajak yang Rp 1.546 Triliun pada 2016 ini bakal tertekan dan tidak tercapai sehingga ada revisi pengurangan penerimaan pajak sekitar 219 Triliun. Akibatnya, terjadi pemangkasan anggaran sebesar Rp 133,8 Triliun pada anggaran Kementerian/Lembaga dan transfer ke daerah. Namun, pemangkasan tersebut tidak sedikitpun menyentuh anggaran yang sudah digadang-gadang oleh pak Jokowi dalam memenuhi angan-angannya tadi terkait dengan peningkatan infrastruktur. Bu Sri Mulyani bahkan menyampaikan bahwa tidak akan ada pemangkasan anggaran untuk infrastruktur.

Momen Hari Kemerdekaan RI baru saja lewat, pada saat itu pula RAPBN 2017 diluncurkan ke publik. Banyak pihak yang menilai bahwa RAPBN 2017 jauh lebih realistis dibandingkan APBN dua tahun sebelumnya yang dinilai terlalu ambisius, khususnya terhadap penerimaan pajak sehingga sering muncul revisi-revisi bahkan sempat terjadi momentum dimana dirjen pajak mengundurkan diri dari posisinya karena target yang tidak terpenuhi. Saya mencoba mengutip perkataan dari Ekonom INDEF, Dzulfian Syafrian, “Jelas, RAPBN 2017 menunjukkan bahwa pemerintah mulai realistis dengan perekonomian tahun ini yang masih lemah. Pesimisme ini terlihat baik dari revisi sisi penerimaan maupun pengeluaran. Kita tahu sendiri bahwa 2 tahun belakangan, pemerintah tampak ngoyo dengan penerimaan pajak yang mana sudah jelas hal itu tidak masuk akal di kala perekonomian sedang melambat. Jadi, jangan heran kalau 2 tahun belakangan kita mengalami drama ancaman target penerimaan yang jauh karena setting target yang terlalu tinggi”.

Menutup artikel ini, saya jadi teringat beberapa saat yang lalu pernah membaca sebuah artikel yang menarik dengan headline “Jokowi: Duitnya ada, duitnya ada, tinggal kerja, kerja, kerja. || Sri Mulyani: Duitnya gak ada, belanja negara Rp 133 T perlu dipangkas”. Kalimat ini terkesan kritis namun realistis. Yang terpenting adalah bagaimana kemudian APBN ke depan dapat dikelola dengan baik dan kredibel. Se-realistis apapun APBN apabila tidak dikelola dengan baik, maka angan-angan semata dan tidak tercapainya targetlah yang akan terjadi. Kembali pada kalimat di judul artikel saya ini, saya memang sengaja lebih memilih kata featuring dibandingkan kata vesus di antara kata visioner dan realistis. Hal ini untuk saling melengkapi, pemimpin yang memiliki visi dan cita-cita mulia, tentu harus didampingi oleh orang yang punya kredibilitas dan selalu mengarahkan ke arah target realistis yang mampu dicapai. Sudah barang tentu, bahwa seorang menteri yang menjadi anak buah presiden harus loyal untuk menuruti apa-apa yang diinginkan presiden. Namun loyal saja tidak cukup, seorang menteri juga harus kredibel. Seorang menteri yang kredibel akan mampu membantu dan memperbaiki kinerja pemimpinnya. Bukannya apa-apa, hal ini jelas dapat mempengaruhi kepercayaan publik apabila kinerja pemerintah yang tampak pada RAPBN dan APBNP jauh berbeda. Jangan sampai kemudian masyarakat menilai bahwa pemerintahan sangat tidak kredibel dan terkesan selalu meleset dari target hanya karena apa yang ditargetkan melampaui batas kewajaran yang pada akhirnya justru hanya terperosok pada angan-angan belaka. Semangat terus Pak Jokowi, semoga selalu diberi kesehatan untuk terus membangun negeri ini menjadi lebih baik. Begitu pula dengan Bu Sri Mulyani, sehat terus Ibu untuk bersedia membimbing dan membantu terus Pak Jokowi dalam menggapai cita-citanya demi kebaikan negeri ini.

Salam cinta dari saya, rakyatmu yang selalu cinta tanah air dan peduli dengan kebaikan negeri ini, Moh. Agung Setiawan.

Minggu, 24 Agustus 2014

Financial Inclusion, Banchless Banking, UPLK (Unit Perantara Layanan Keuangan), Financial Literacy

Implikasi Program Financial Inclusion terhadap Financial Literacy Masyarakat dalam Pengelolaan Keuangan Personal melalui 
Unit Perantara Layanan Keuangan (UPLK) atau Branchless Banking
(Diajukan untuk memenuhi Laporan Praktek Kerja Lapangan 
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang)
 
BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
       Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang berhasil bergabung dalam kelompok G20 sehingga dapat direpresentasikan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang masuk

Sabtu, 28 Desember 2013

Bener Gak Istilah "TKI Adalah Pahlawan Devisa" ???

                     


Para readers sekalian pasti sering banget denger yang namanya devisa, iya kan? masak hari gini gak ngerti apa itu devisa? hehe, payaah banget kalo masih ada yang gak ngerti apa itu devisa, apalagi misal yang gak ngerti itu mahasiswa ekonomi, summpaaah kasian bangeet hidup loe.. haha.. Eits, tapi tunggu dulu, bagi readers yang merasa salah satu dari sekian banyak yg gak ngerti jangan kebakaran
jenggot dulu dong, tenaang, gue yang nulis aja baru tahu juga kok apa itu devisa, apalagi sekarang gue menyandang title sebagai mahasiswa ekonomi,, HAHAHAHA #Puass???

Jumat, 05 Juli 2013

Porprov JATIM IV 2013 Madiun


 Suasana Panggung Utama Pembukaan Porprov Jatim IV Tahun 2013 di Kota Madiun

Porprov merupakan singkatan dari Pekan Olahraga Provinsi. Ajang besar ini didirikan bertujuan untuk mencetak atlet-atlet tingkat provinsi yang nantinya akan dibina untuk dipersiapkan bersaing di PON (Pekan Olahraga Nasional). Seperti halnya beberapa provinsi yang lain, Jawa Timur juga telah beberapa kali melaksanakan event 2 tahunan ini, dan yang terakhir kali baru saja selesai digelar di Kota Madiun, yaitu Porprov Jatim IV tahun 2013. Sebagai tuan rumah ajang luar biasa, sudah menjadi kewajiban bagi Kota Madiun untuk memberikan performance yang terbaik, baik sebagai penyelenggara dan peserta. Bentuk totalitas pemerintah Kota Madiun telah dibuktikan melalui berlangsungnya upacara pembukaan dan penutupan Porprov Jatim 2013 ini. Sangat banyak pihak yang menyampaikan bahwa pergelaran ajang olah raga tingkat provinsi di Kota Madiun ini adalah yang terbaik dibanding tahun-tahun sebelumnya, bahkan mampu menyaingi PON yang notabene adalah tingkat Nasional. Untuk acara upacara pembukaan sendiri, pemkot madiun menampilkan beberapa aksi drumband adik-adik SMP Negeri di Kota Madiun, kemudian juga paduan suara (sejumlah 1600 orang) dan penampilan spesial tari gambyong (sejumlah 800 orang) yang terdiri dari siswa-siswi SMA Negeri di Kota Madiun. Belum lagi dengan penampilan spesial TRIAD feat Ahmad Dhani, Mulan Jameela, dan beberapa artis RCM lainnya. Selain dimeriahkan dengan beberapa pengisi acara yang luar biasa, konsep acara upacara pembukaan sendiri juga berlangsung sempurna, mulai dari penyambutan, penyalaan api obor, pesta kembang api, dan lain sebagainya. Sebagai bukti banyaknya pihak yang memuji kemegahan dan kemeriahan acara Porprov Jatim di Kota Madiun ini, berikut beberapa pernyataan mereka:

1. "Pembukaan Porprov kali ini yang paling luar biasa dan meriah. Pada tiga Porprov sebelumnya, pembukaan tidak semeriah ini," kata Wati, salah satu kontingan asal Gresik di Stadion Wilis. Sumber: Surya Online

2. "Ini benar-benar seperti PON. Sebagai Gubernur saya bangga dengan panitia dan Madiun. Semoga kemeriahan ini disambut dengan prestasi kita mendatang," kata Gubernur Jatim, Soekarwo dalam sambutannya. Sumber: Merdeka.com

3. Opening Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) IV Jawa Timur (Jatim) di Stadion Wilis Madiun, Sabtu (22/06) diklaim mampu menyaingi pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON). Hal itu diutarakan Sesmenpora Prof Dr Djoko Pekik usai pembukaan Porprov tersebut. "Untuk sekelas Porprov, ini sangat luar biasa. Dari segi kuantitas ini hampir sama dengan PON. Jatim benar-benar gudang atlet," aku Djoko. Sumber: Merdeka.com

Selain beberapa pernyataan di atas, berikut ane berikan beberapa bukti otentik berupa foto-foto berlangsungnya upacara pembukaan Porprov Jatim ke-4 tahun 2013 pada Bulan Juni lalu (sumber: http://aryasaloka.blogspot.com. dan google)

 Antusiasme Warga Kota Madiun


Penampilan Drum Band dari Siswa-siswi SMP Negeri di Kota Madiun


Para Peserta Kontingen Kota dan Kabupaten dari Seluruh Jawa Timur


 Suasana Tribun VIP Stadion Wilis Kota Madiun


Suasana Stadion Wilis Kota Madiun


Penampilan Tari Gambyong Oleh 800 Siswa-siwi SMA Negeri di Kota Madiun


 Suasana Masuknya Para Kontingen ke Lapangan Utama Stadion Wilis Kota Madiun

 

Tribun Paduan Suara


Penyalaan Api Obor yang Diiringi dengan Sirine Tanda dibukanya Porprov Jatim 2013


 Suasana Pesta Kembang Api di Stadion Wilis Kota Madiun


 Suasana Pesta Kembang Api di Stadion Wilis Kota Madiun


Penampilan TRIAD feat Ahmad Dhani


 Penampilan TRIAD feat Ahmad Dhani 


 Suasana Panggung Utama Pembukaan Porprov Jatim IV Tahun 2013 di Kota Madiun





Senin, 03 Juni 2013

KATULISTIWA 5 dan KENANGAN

KATULISTIWA, mendengar kata itu, hal pertama yang langsung terlintas di pikiranku adalah LSME. KATULISTIWA merupakan salah satu event terbesar dan luar biasa yang selalu dihadirkan oleh lembaga riset dan penulisan (LSME / Lingkar Studi Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis) FEB Universitas Brawijaya. Dalam hal Lomba Karya Tulis Mahasiswa Tingkat Nasional, proker (program kerja) LSME ini merupakan yang terbesar dan terbaik yang dimiliki oleh FEB, bahkan Universitas Brawijaya. Bukan main-main, dedikasinya untuk dunia keilmiahan sudah berjalan hingga 5 tahun ini, dengan tetap menjaga kualitas dan sistem terbaiknya.

Apabila mengingat beberapa tahun yang lalu, tepatnya di tahun 2011. Saat itulah aku mulai mengenal tentang KATULISTIWA. Masih sangat teringat ketika waktu itu sedang ada acara ulang tahun LSME. Momentum yang takkan pernah aku lupakan, karena berawal dari itulah, mulai nampak gerbang dimana aku akan memahami apa itu organisasi, apa itu kepantiaan. apa itu kerja sama, dan apa itu keluarga. Memang tidak salah apabila waktu itu, mbak Asma (Ketua Umum LSME tahun 2011) mengatakan bahwa KATULISTIWA adalah kepanitiaan yang secara langsung membentuk jiwa kepemimpinannya. Mbak Asma juga mengatakan bahwa KATULISTIWA adalah proker terbesar yang bukan hanya dimiliki oleh LSME saja, bahkan bisa dibilang sebagai event keilmiahan terbesar yang dimiliki oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Mendengar apa yang diungkapkan mbak Asma waktu itu, jujur, terkesan aneh dan maksa. Apa ya bener sampe segitunya??? Tapi, semua yang aku pikirkan malam itu sirna ketika pelaksanaan KATULISTIWA berlangsung, mulai dari rutinitas rapat, team building, hari pelaksanaan, dan evaluasi. Proses itu ternyata benar membuktikan bahwa KATULISTIWA adalah bentuk kepanitiaan yang sangat berharga dalam membentuk proses kepemimpinanku. Dari KATULISTIWA, aku jadi paham tentang apa-apa yang harus dilihat, didengar, dan dilakukan. Jika mengingat KATULISTIWA, akan sangat banyak hal yang terkenang dalam setiap prosesnya. Suka, duka, haru, semuanya menjadi satu

KATULISTIWA adalah keluarga, tiga rangkaian kata ini menjadi sangat realita ketika aku benar-benar merasakan  keharmonisannya. Berawal dari sosok yang tidak tahu apa-apa, tidak mengenal siapa-siapa, dan selalu merasa tidak nyaman dimana saja. Semua itu berubah, aku merasa menjadi mahasiswa yang lebih berguna dibanding sebelumnya, aku merasa menjadi anggota keluarga yang selalu mendapatkan perhatian dimanapun berada, dan aku merasa menjadi lebih tenang di tengah segala bentuk goncangan yang ada. Semua rasa keindahan itu benar-benar mulai aku rasakan ketika menjadi bagian dari KATULISTIWA. Layaknya keluarga yang sejati, semua berusaha dan penuh perjuangan serta pengorbanan untuk mencapai keberhasilan KATULISTIWA. Tidak ada sama sekali kesan yang tampak saling menikam, semuanya benar-benar murni nampak harmonis dan cooperative.

Jika mengulas kembali rangkaian kata "KATULISTIWA adalah keluarga", itulah salah satu tujuan besar yang dimiliki oleh LSME. Proker ini memiliki tujuan yang sangat mulia dan selalu berujung pada pencapaian. Keberhasilan KATULISTIWA bukan hanya berada pada pencapaian berhasilnya suatu acara yang sesuai dengan rencana. Namun, lebih dari itu ada satu tujuan besar lainnya yang jauh lebih mulia, yaitu KELUARGA. Benar-benar tak dapat aku pungkiri bahwasanya KATULISTIWA mengantarkanku pada keluarga yang sesungguhnya, yaitu keluarga besar LSME FEB UB. Mereka selalu menjadi bagian dalam kehidupanku selama menjadi mahasiswa hingga hampir 2 tahun ini. Benar-benar banyak hal terkenang yang kulalui bersama-sama dengan mereka. Maka dari itu, sama sekali tidak pernah ada kata menyesal ketika aku bisa menjadi bagian dari LSME dan KATULISTIWA. Hingga tulisan ini aku buat, perasaan itu benar-benar sama sekali tak pernah muncul dalam benak pikiranku. Justru rasa bersyukur kepada Allah SWT, karena Dia telah mempertemukanku dengan orang-orang luar biasa tersebut.

Unforgettable moment KATULISTIWA 5 bersama Glory Division
Setelah melalui banyak kesan dengan KATULISTIWA 4, bukan berarti aku merasa sudah cukup untuk tetap berkontribusai dengan keluarga KATULISTIWA. Justru setelah munculnya kembali event yang luar biasa ini. Aku berusaha untuk tetap menjadi bagian dari KATULISTIWA 5 walaupun cukup terhalang dengan segala bentuk keterbatasan yang terjadi padaku waktu itu. Aku tidak ingin apabila momentum yang pernah terjadi di KATULISTIWA sebelumnya tidak akan menjadi bagian dari hidupku di tahun 2013 ini. Di dalam benakku, aku merenung "momen keindahan KATULISTIWA 5 harus terajut dalam setiap langkah kehidupanku". Singkat cerita, terpilihlah kepanitiaan baru KATULISTIWA 5. Aku diposisikan di suatu divisi yang menurutku adalah divisi yang bisa dibilang menjadi darahnya KATULISTIWA 5, dimana segala bentuk kebijakan dan keputusan nantinya akan menjadi pengaruh bagi semua bagian KATULISTIWA yang ada. Itulah divisi acara, dengan team yang solid dan kompak, kami memberi nama divisi kami dengan "glory division". Harapan besar yang muncul dalam benakku waktu itu adalah mampu membawa KATULISTIWA menjadi glory event bersama LSME FEB UB untuk menggapai glory achievement di masa glory year. Segala bentuk proses untuk mencapai glory achievement itu tidak mudah, banyak rintangan dan tantangan yang harus diselesaikan. Namun, segala bentuk hambatan tersebut bisa menjadi clear dengan kekompakan glory divison. Bentuk pencapaian tersebut kami laksanakan dengan rutin melaksanakan rapat divisi setiap minggunya. Banyak hal yang kami perbincangkan, mulai dari persiapan dan konsep acara KATULISTIWA, hingga pelaksanaan evaluasi. Apapun yang kami perbincangkan selalu dihiasi dengan penuh canda dan suasana keluarga. Momen-momen seperti inilah yang akan menjadi penyesalan dalam kehidupanku ketika apablia waktu itu aku salah mengambil keputusan untuk tidak menjadi bagian dari KATULISTIWA. Karena waktu itu aku benar-benar yakin, bahwa KATULISTIWA dan glory dision akan mampu membuat kehidupanku lebih berwarna.

Harapan terhadap KATULISTIWA-ku
Di luar semua yang dipikirkan oleh orang yang tidak tahu makna KATULISTIWA yang sebenarnya. Aku di sini selalu berharap bahwa KATULISTIWA akan tetap menjadi event yang rutin dan membawa kesan bagi semua partisipannya, bukan hanya panitia dan keluarga besar LSME FEB UB, tetapi juga seluruh finalis yang nantinya akan menjadi bagian dari KATULISTIWA. Aku yakin sepenuhnya, bahwa akan ada rasa syukur di setiap proses berjalannya KATULISTIWA. Mungkin KATULISTIWA ke-6 nantinya adalah bentuk kontribusi terakhirku bersama beberapa anggota keluarga LSME FEB UB yang lain. Namun, bukan berarti setelah itu akan menjadi hilang dan sirna tanpa bekas. Kenanganku bersama KATULISTIWA sampai saat ini tetap menjadi yang paling berkesan selama pengalaman kepanitiaanku menjadi mahasiswa di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya. Cukup banyak kepanitiaaan yang aku ikuti, tapi memang benar-benar tidak dapat dipungkiri bahwa KATULISTIWA adalah yang terbaik dan yang paling berkesan meninggalkan banyak kenangan. Oleh karena itu, aku secara pribadi (Moh. Agung Setiawan, Manajemen 2011, Departemen PnP LSME FEB UB) berharap nantinya KATULISTIWA tetap menjadi bagian dari LSME FEB UB, karena sangat banyak makna dan kenangan yang tersimpan di setiap prosesnya. Salah satu event terbesar yang berdedikasi dalam dunia keilmiahan di tingkat Nasional dan merupakan event yang mampu menciptakan harmonisasi kekeluargaan yang syarat dengan penuh pesona kebaikan. Aku berdoa "Tuhan, wujudkanlah KATULISTIWA menjadi momentum yang bermanfaat bagi banyak umat dan penuh dengan kebaikan, karena pada hakekatnya KATULISTIWA adalah kontribusi kami (keluarga LSME FEB UB) untuk berdedikasi menjadi bagian dalam terciptanya negeri Indonesia yang lebih baik,, Aamiinn"

Thanks to:
1. Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa..
2. Orang tua dan keluarga..
3. Keluarga besar LSME FEB UB
4. Kepanitiaan KATULISTIWA 5
5. Peserta, Finalis, dan Jawara KATULISTIWA 5
6. Glory Divison :)
7. Beberapa orang terkhusus
8. Semua pihak yang turut mendukung


Kebahagiaan Glory Divison KATULISTIWA 5 :)


Keakraban Keluarga Besar KATULISTIWA 5 :)



Pelepasan balon beserta seluruh harapan kebaikan (Penutupan KATULISTIWA 5) :)


Terima kasih SEMUANYA..... KATULISTIWA 5 "From Ideas Become Ideal"...... Divisi Acara "Sun bright like a diamond, we are GLORY DIVISION"........ LSME "Charge your Brain"........

"Kita sepakat bila rasa yang sesungguhnya tak mudah didapat... Perlu ada pengorbanan, perlu ada perjuangan, seperti pahlawan... Kita tulis cerita yang takkan kita lupa, bersama di bawah langit senja.... Kita nyatakan saja pada mereka lewat sebuah lagu asmara kau dan aku di bumi KATULISTIWA" by: Asmara Nusantara -Budi Doremi-


Thanks all :)
-Moh. Agung Setiawan-
















Jumat, 10 Mei 2013

Masjid Agung Baitul Hakim Kota Madiun







Keindahan Alun-alun Kota Madiun

Ini adalah wajah-wajah atu beberapa bagian tempat di Alun-alun Kota Madiun yang luar biasa dan benar-benar mengimplikasikan sebagai tempat sekaligus icon'nya Kota Madiun.. Selamat menikmati, dan silahkan jika mau dishare :)

Secara singkat dulu saja, Alun-alun Kota Madiun nampak sangat tertata dengan rapi layout'nya. Ada Alun-alun bagian taman (lebih didominasi bagian selatan) dan Alun-alaun lapangan luas untuk aktivitas pemerintahan kota, seperti: upacara, festival, bazar, dll (bagian timur). Jadi, memang Alun-alun Kota Madiun nampak sangat elegan dan multifungsi..

Inilah Icon'nya Kota Madiun, tempat yang nyaman untuk keluarga :).. Selamat Menikmati... Kami tunggu kunjungannya... -Madiun Beautiful Town-



Tulisan Madiun di sebelah Timur (tepatnya bertuliskan Madiun Square)


 Tempat duduk di sebelah Alun-alun bagian selatan dengan lingkungan taman di sekitarnya


 Lapangan luas di Alun-alun bagian utara (untuk upacara, sepak bola, senam, dll)


 Amphiteater mini di bagian selatan
 (untuk penampilan kreativitas setiap sekolah di Kota Madiun secara bergiliran setiap malam minggu)
Mulai dari tingkat SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi


 
Ini tampak Amphiteater mini tanpa terop


 Taman bagian selatan alun-alun


 Patung Kolonel Marhadi di bagian ujung selatan Alun-alun

Pendopo di bagian ujung utara Alun-alun


 Taman pojok Alun-alun di antara bagian selatan dan timur (tampak samping, bagian kiri)


Taman pojok Alun-alun di antara bagian selatan dan timur (tampak samping, bagian kanan)


Ini adalah beberapa penampaan pohon yang menghiasi seluruh bagian Alun-alun Kota Madiun

 
 Fasilitas injak kerikil untuk terapi kesehatan, di bagian selatan Alun-alun (sangajt panjang lho..)



Ini adalah bagian tengah Alun-alun Madiun dengan hiasan tugu dan Sorot Lampu.
Lampu yang menyorot secara menyeluruh ke semua bagian Alun-alun


 Ini pemandangan Alun-alun Bagian Timur (sebelah timur persis tugu&lampu sorot tengah alun-alun)


 Ini pemandangan Alun-alun Bagian Barat (sebelah barat persis tugu & lampu sorot tengah alun-alun)


 
Ini adalah bagian ujung Alun-alun sebelah timur (dekat lapangan luas)


Ini adalah bagian tengah Alun-alun sebelah (dekat lapangan luas da dekat tugu & lampu sorot)


Sumber Foto: Google, Blogspot, Wordpress, Individu, dll..